Kopi dan Sehat, Bisakah Dikonsolidasi?

KOPI, siapa yang tidak tahu jenis minuman satu ini. Rasa dan aromanya yang  khas membuat kopi diklaim sebagai salah satu minuman favorit, bahkan untuk beberapa kalangan masyarakat kopi merupakan bagian dari gaya hidup (life style) dan sudah menjadi bisnis yang menguntungkan ( cek bisnis umkm ini )yang sudah membudaya dan digadang-gadang sebagai minuman yang wajib ada.

Tak heran kedai kopi menjamur di seluruh kota hingga pelosok desa. Sebagian orang memilih menghindari kopi karena alasan tertentu.  Banyak orang beranggapan bahwa kopi penyebab penyakit magg, membuat orang susah tidur, rasa berdebar-debar, dan lain-lain. Benarkah demikian?

Konsumsi kopi secara moderat dapat mengurangi risiko beberapa penyakit

Studi ilmiah terbaru mengungkapkan bahwa mengkonsumsi kopi secara moderat dapat membantu mengurangi risiko beberapa penyakit seperti diabetes, sirosis hati, batu empedu, jantung, parkinson, dan lain-lain. Rata-rata peneliti menarik kesimpulan berdasarkan perbedaan antara jumlah kasus penyakit pada peminum kopi dan non-peminum.

Kopi

Berdasarkan artikel yang dipublikasikan oleh Havard School of Public Health Study (2004), mengkonsumsi kopi jangka panjang dapat mengurangi risko diabetes tipe 2.  Kopi memiliki banyak antioksidan seperti asam klorogenat dan magnesium. Bahan-bahan ini dapat benar-benar meningkatkan sensitivitas terhadap insulin dan dapat berkontribusi untuk menurunkan risiko diabetes tipe 2.

Konsumsi kopi tiga sampai lima cangkir sehari juga digadang-gadang memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk mengambangkan penyumbatan pembuluh yang dapat menyebabkan serangan jantung. Berdasarkan artikel yang diterbitkan dalam journal Heart (2015), dengan meta-analisis terbaru dari 36 studi menunjukkan bahwa konsumsi kopi secara moderat dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung.

Berdasarkan review sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Alimentary Pharmacology & Therapeutics.

Peneliti dari Universitas Southampton di Inggris mengumpulkan dan menganalisis dari studi jangka panjang yang meliputi hampir setengah juta pria dan wanita dari enam negara ditemukan bahwa peningkatan konsumsi kopi secara substansial dapat mengurangi sirosis hati.

baca panduan lengkap tentang kopi di undercover.co.id

Kopi memiliki banyak bahan-bahan biologis aktif, selain kafein. Termasuk oksidatif dan agen anti-inflamasi seperti asam klorogenat, kahweol dan cafestol. Peneliti mencatat bahwa hal tersebut dapat memberikan perlindungan terhadap fibrosis hati.

Konsumsi kopi memicu fibrilasi atrium (rasa berdebar-berdebar), benarkah?

Fibrilasi atrium merupakan bentuk gangguan irama jantung yang disebut aritmia.  Selama ini beredar dogma dalam masyarakat bahwasannya mengkonsumsi kopi dapat  membuat denyut jantung tidak teratur.

Berdasarkan studi yang dilakukan di Swedia atau Amerika Serikat yang telah  dipubilkasikan dalam  jurnal  BMC Medicine (2015), ditemukan tidak adanya hubungan antara fibrilasi atrium dengan kopi.

Menurut Larsson, seorang profesor epidemiologi di Institut Karolinska Swedia.  Hal tersebut merupakan prospek studi terbesar pada hubungan antara konsumsi kopi dan risiko fibrilasi atrium. Mereka tidak menemukan bukti bahwa konsumsi kopi tinggi menigkatkan risiko fibrilasi atrium.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *