Waspadai gejala-gejala difteri pada anak lebih dini

Baru-baru ini tersebar berita mengenai virus difteri. Apa sih difteri itu ? Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat mempengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang memiliki potensi mengancam jiwa. Saat ini juga sudah banyak vaksin yang diberikan kepada masyarakat untuk pencegahan.

Disini kita akan mengulas mengenai gejala-gejala yang ditimbulkan akibat virus difteri ini. Supaya untuk kedepannya terdapat pencegahan lebih dini.

  1. Sakit Tenggorokan

Saat mengalami sakit pada tenggorokannya, yang dirasakan adalah nyeri ketika menelan makanan. Memang sakit pada tenggorokan tidak hanya dirasakan ketika adanya virus difteri. Namun disini tidak ada salahnya jika kita waspada. Ini hanyalah gejala awal, setelah gejala ini maka akan muncul gejala lainnya seperti berikut.

  1. Timbulnya selaput yang berwarna putih abu-abu di tenggorokan dan amandel

Selaput ini disebut dengan selaput pseudomembran. Selaput terbentuk dari tumpukan sel-sel yang mati karena dirusak oleh racun difteri, terkadang juga muncul di rongga hidung. Munculnya selaput abu-abu ini merupakan gejala yang paling mudah untuk dikenali sebagai virus difteri.

  1. Demam

Demam pada kasus difteri ini memiliki ciri khas, yaitu panas yang tidak terlalu tinggi tapi kadang disertai dengan menggigil.

  1. Leher bengkak

Selain timbul radang di tenggorokan dan menyebabkan rasa nyeri saat menelan, difteri ini juga menimbulkan pembengkakan limfa atau kelenjar getah bening.

  1. Sulit bernafas dan suara menjadi serak

Virus difteri juga akan menimbulkan gangguan pada sistem pernafasan. Racun dari bakteri difteri terus menghancurkan sel-sel sehatyang juga merusak saraf pernafasan. Biasanya suara khas yang dikeluarkan seperti mengorok pada saat tidur karena adanya penyempitan saluran pernafasan.

  1. Muncul ruam di kulit

Ruam akibat difteri ini memiliki ciri khas, yaitu kulit berwarna kemerahan dan menyebabkan peradangan. Pada kasus yang parah, terutama pada difteri kulit (Cutaneous diphtheria) dapat muncul ulkus hingga menjadi borok disertai rasa nyeri.

  1. Batuk keras

Batuk yang diakibatkan oleh difteri menimbulkan rasa nyeri dan terkadang penderita mengeluarkan sektret disertai dengan darah.

  1. Pilek dengan sektret yang khas

Awalnya sektret yang dikeluarkan encer tapi lama-lama menjadi semakin kental dan berwarna kuning kehijauan disertai darah.

  1. Tubuh menjadi lemah dan nafsu makan turun
  2. Debar jantung tidak teratur

Hal ini terjadi karena bakteri difteri terbawa oleh darah dan mengganggu kerja jantung. Difteri merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kematian. Dengan menjaga pola hidup dan pola Anda yang baik dapat mengurangi resiko terkena bakteri difteri. Namun juga tidak ada salahnya jika kita mengetahui gejala difteri supaya ada penanganan lebih dini.

 

 

 

 

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *